Black Mirror s5, not bad but not great either

Black Mirror season 5 is in the house! After Bandersnatch sekarang kita punya tiga episode di season terbarunya.
Cuman tiga episode but I’m not complaining lah, it’s Black Mirror, so basicly kita punya tiga individual movie. Yay!

Seperti biasa, nontonnya marathon ditengah malam, nunggu anak bobo.
Tapi setelah nonton season ini rasanya impact-nya tidak sekuat season2 sebelumnya.
Tiga episode dengan rasa yang berbeda. Lets break it down.

Ep.1 Striking Vipers.
My fave episode of this season. Shocking and clever, about humanity and heartbreak plus morality. Episode ini Black Mirror banget, alur cerita santai nggak terburu2, tapi shocking, kinda f*cked up. Suka how it plays with the emotion, kehidupan rumah tangga yang membosankan, cinta yang stagnan. Bikin mikir tapi bikin eewww juga 😛

Ep.2 Smithereens.
Cinematography indah, alur menarik bikin penasaran sama ceritanya, kok bisa gini, emang kenapa? pikirku. Rasa penasaran ini bikin bertahan nonton tanpa rasa bosan, dan di ending bikin terharu juga, aku yang lemah ini sempet meneteskan air mata.
Tapi buatku the message is a little weak, kurang nendang, nggak jaw dropped gitu. Ini kan Black Mirror jadi aku berharapnya lebih.
Suka settingnya di suburban London, indah banget. Jadi inget season2 awal yang British, it was the best.

Ep.3 Rachel, Jack and Ashley Too.
It’s the weakest episode of the three. Idenya menarik tapi to much going on dengan durasi pendek jadi kayak dipaksakan semuanya. Durasi cuman satu jam dengan cerita yang kompleks, padat, menurutku nggak cukup jadi terkesan terburu2.
Oh, Aku suka lagunya! ‘Head like a hole’ its awesome (Original song by Nine Inch Nails).

Oke so ratingnya? Over all for this season: 8/10, not as good as previous season. But I still enjoyed it though. I think they loses the horror side, maybe the show run out of ideas.

World War Z (2013)

I love movies, kubisa melahap semua genre, tapi ada beberapa yang jadi pengecualian.
Pertama, aku nggak suka film Zombie, I hate zombies, buatku mereka adalah makhluk paling menakutkan, menjijikkan, bodoh, menyebalkan, dan sialnya mereka mematikan. Kalau-kalau ada zombie apocalypse nanti, I’d rather shoot myself daripada jadi salah satu dari mereka. Kedua, aku nggak suka film perang. Kekerasannya, pengorbanannya, akibat yang ditimbulkan, terlalu banyak kesedihan dan kematian disana aku berasa nggak sanggup mencernanya.

Lalu datang World War Z.

wz

Awalnya aku sama sekali nggak tahu apa-apa tentang film ini, waktu lagi baca-baca rotten tomatoes tiba-tiba terlihatlah satu judul film, ada Brad Pitt disana dengan review diatas rata-rata. Aku senyum-senyum sendiri, puas bakalan dapat tontonan seru.
Eh ternyata World War Z adalah film tentang peperangan melawan Zombies. Well, dua genre film yang kuhindari bertemu di bawah bayang-bayang Brad Pitt. I clench my fist, I’ve to watch this. And I did.

Untunglah World War Z bukan film zombie biasa. World War Z mencoba untuk membawa genre zombie ke level yang lebih serius, sebagai wabah yang menyerang dunia, epic dengan skala global, aksi yang menegangkan, for me it’s an action movie. Menegangkan, semua scene penting (well, aku tetep tutup mata kalau zombi-nya keluar), music score-nya pas nggak berlebihan. Plot-nya mengalir jelas, adegan demi adegan tergarap baik.
World War Z mengejutkan, nggak bisa ditebak. Dari awal penonton dibuat bingung, ada apa ini sebenarnya? Lalu pelan-pelan mulai terkuaklah misterinya, tapi aku masih dibuat bertanya-tanya, akan dibawa kemana cerita ini nanti? Ku sibuk menebak-nebak, menciptakan teori sendiri. Lalu di akhir cerita saat Gerry mengungkapkan teori-nya, aku langsung Ahhh~~~~ gitu tho… *angguk-angguk senyum puas* ternyata nggak beda jauh ma teori-ku ^^;

Menurutku ini film pintar, mungkin agak sama seperti film “bencana akhir dunia” kebanyakan, tapi disini ada zombie yang agresif, bisa manjat dinding, loncat ke helicopter, dan larinya secepat Usain Bolt.
Horror, action, thriller, comedy tercampur jadi satu. Aku suka film ini. Lebih menggigit, hehe.
Menurut kabar yang beredar World War Z akan dibuat sequel-nya, bahkan mungkin menjadi trilogy. Kita tunggu saja kabar selanjutnya, yang jelas kalau nanti ada sequel-nya aku bakalan ada di deretan C kursi penonton ;)

Lalu apakah aku akan menonton film bergenre zombie yang lain? Hell no! World War Z pengecualian, nggak ada yang lain.

Rated: 4/5

The Casual Vacancy

image

So, Voldemort is dead, Harry Potter live happily ever after, lives goes on. Dan kini JK Rowling kembali dengan novel dewasa pertamanya! Sudah lama aku nggak baca buku bagus, dan novel setebal 593 halaman ini mengingatkan kembali betapa asyiknya membaca. Thanks Jo :)

Casual vacancy bercerita tentang perebutan kursi dewan kota di kota kecil Pagford. Di halaman-halaman awal aku sempet bingung sama ‘feel’ cerita ini, banyaknya tokoh ngebikin aku bingung, mana protagonist dan mana antagonistnya. Tapi semakin lama aku semakin tenggelam dalam alurnya. Semakin lama semakin penasaran, apa yang akan terjadi pada Krystal, kenapa Howard begitu mencintai Pagford?

Terus aku sadar, nggak ada tokoh utama dalam novel ini, setiap tokoh yang ada di dalam novel ini adalah tokoh utamanya, seperti hidup, setiap manusia adalah tokoh utama dalam kehidupan. Dan hebatnya, Jo menggambarkan bahwa manusia tidak bisa digolongkan menjadi hitam dan putih, orang jahat dan orang baik. Nggak ada tokoh yang bener-bener baik dan nggak ada tokoh yang bener-bener jahat. Jo menceritakan latar belakang setiap tokoh, membuat pembaca mengerti dan memahami sifat dan perilaku mereka. Semua tokohnya hanya manusia biasa, dengan penampilan fisik apa adanya.

Efek-nya buatku: aku nggak punya tokoh favorit. Positifnya aku jadi lebih objektif menilai apa yang terjadi di Pagford. Dan akhirnya saat halaman terakhir selesai di baca, aku cuma bisa duduk diam, galau dan bingung, menyayangkan kebodohan manusia. Novel ini begitu membekas, ceritanya sederhana tapi ngebikin ku mikir tentang kehidupan.

The Casual Vacancy sudah memenangkan beberapa awards, dan rencananya stasiun tv BBC akan mengangkat novel dalam sebuah drama televisi. Hmm, sepertinya JKRowling sudah pada tahap dimana apapun yang dia ciptakan akan menghasilkan ketenaran, and more money, hehe.

Semoga Jo nggak berhenti menulis.

Rating buat novel ini? 4/5.

Life of Pi (2012)

lifeofpi

Setelah lama tertunda akhirnya bisa juga nonton “Pi”.
Hal yang ngebikin ku tertarik buat nonton ini adalah Ang Lee, salah satu sutradara favoritku, aku penasaran bagaimana Ang Lee akan mengambarkan petualangan Pi. Melihat poster film-nya aku sempat ragu, jangan-jangan “Pi” hanya salah satu film cheesy tentang persahabatan manusia dengan hewan buas, ku pikir “Pi” akan membosankan dan terlalu ‘anak-anak’. Makanya ku cek beberapa review dan rating, dan ternyata sambutannya luar biasa. Makin ngebikin penasaran. Dan aku sama sekali nggak kecewa. Menonton “Pi” memberikan pengalaman yang ngebikin merinding.

Bagi yang berfikir bahwa ini adalah film untuk anak-anak maka anda salah. Memang banyak adegan lucu, penampakan hewan-hewan imut, alur ceritanya pun sederhana dan mudah dimengerti. Tapi ada pesan di balik itu, pesan dalam yang diceritakan secara halus. Pesan yang mungkin bagi sebagian anak-anak akan sulit untuk dipahami.

Satu yang ku tangkap, “Pi” mengangkat isu agama dengan cara yang halus. Bahwa setiap agama yang ada di dunia ini pada dasarnya sama, setiap agama percaya akan adanya suatu kuasa diatas manusia, yang menguasai jagad raya, yang menguasai setiap atom kecil dunia. Namun, setiap agama memiliki cara masing-masing untuk menceritakan Yang Maha Kuasa tersebut. Adalah hak setiap manusia untuk memilih cerita mana yang mereka percaya.

Aku juga bukan penggemar film 3D, tapi “Pi”, oh God it’s beautiful, indah dan menakjubkan. Aku bahkan sudah terpesona sejak menit pertama.

Menurutku “Pi” adalah film terbaik tahun ini. Oscar for sure. Cinematography yang menakjubkan. Film ini begitu indah dan merdu. 120 menit berlalu tanpa terasa, dan aku yang cengeng ini terdiam dengan mata bengkak di akhir film. Bravo.

Rated 5/5

L’Arc~en~Ciel – BUTTERFLY

My review :)

my butterfly

Album: L’Arc~en~Ciel – BUTTERFLY
Released Date: 2012.02.08
Track List:
1. CHASE
2. XXX
3. Bye Bye
4. GOOD LUCK MY WAY
-Butterfly Ver.-
5. BLESS
6. shade of season
7. DRINK IT DOWN
8. wild flower
9. SHINE
10. NEXUS 4
11. 未来世界 (Mirai Sekai)

Finally I made it, my Butterfly review. Well, not the full album, just half of it, err.. a third of it. Only 4 songs. Again we got trolled by T’roll~en~Ciel, hehe. New album after 5 years and there’s only 4 new songs, four! *sigh* Sometimes I wonder why I love L’Arc so much..
But leave it at that, let’s begin shall we.
Continue reading

3 Idiots (2009)

Fascinating
Aku baru sempet nonton film ini, dan langsung terpesona.
Jujur pertamanya emang agak g’yakin, maksudku.. ini film india gitu, paling g’jauh-jauh dari tuan takur, nyanyi sambil ujan-ujanan. Tapi sekarang aku bersyukur aku sudah nonton film penuh inspirasi ini.

Tentang persahabatan, cinta, dan hidup.
Mungkin terdengar cheesy, tapi 3 Idiots mengemasnya dengan unsur komedi, kamu g’akan merasa digurui, g’akan merasa dituntut. Caranya mempengaruhi begitu halus, tanpa sadar tiba-tiba aja ngebuat kamu mikir tentang arti hidup, bahkan sampai menitikan air mata. Well, dibeberapa bagian aku sempet sesenggukan T.T
Tapi.. bisa juga ngakak puas :D

Tentang 3 orang (idiot) mahasiswa universitas engineering. Bagaimana mereka melihat masa depan, bagaimana mereka akhirnya memutuskan sendiri masa depan seperti apa yang bisa bikin mereka mencapai kebahagiaan.
G’bisa kasih sinopsis lebih dari itu, pokoknya harus ditonton sendiri. Wajib *nods*

Oh ya.. adegan nyanyi sambil ujan-ujanan tetep ada kok.
Namanya juga Film Indiaaaa~~

Rated 4,5/5
3 Idiots movie poster