Live Report: Vamps at Hyper Wave Festival 2013

Jumat, 29 November 2013. Ada Vamps di Lapangan Parkir Kolam Renang Senayan, bukan mau renang, tapi mau tampil ^.^

Ah Haido..
Aku cuman bisa memandang hyde dengan mata berkaca-kaca, elus-elus dada. Kenapa? Hmm… Aku ceritain dari awal ya..

Hyper Wave Festival 2013, event yang disponsori Honda dan Japanese Station ini jadi perhatian karena bisa mendatangkan vamps sebagai salah satu performer. Daya tarik utama dengan nama besar Hyde.

Aku tiba di venue jam 16.00, langsung antri di depan pintu masuk, agak heran karena antrian-nya pendek, di konser-konser lain yang pernah aku hadiri biasanya sore begini antrian sudah mengular tanpa bentuk. Tapi kali ini aku cuma perlu nunggu 10 menit, lalu sudah dipersilahkan masuk. Begitu masuk langsung ke booth official goods, cukup beli bandana vamps aja. Masuk area antri lagi di bagian reguler (untuk lihat Hyde cukup bayar 450rebu aja, nggak perlu mahal-mahal). Antrian disini pun cukup pendek, kita termasuk jejeran depan, Alhamdulillah..


Setelah itu duduk manis, antri sambil ngemil beng-beng. Tips nonton konser yang pertama: Selundupkan makanan kecil+botol air dalam tas (jangan botol air mineral karena pasti tersita, bawa botol minum dari rumah), konser cukup menguras tenaga, jangan sampe lemes.

Keadaan cuaca mendung-mendung gemana gitu, kilat mulai menyambar, ada tetes-tetes hujan mulai dateng. Hehe, aku langsung bongkar tas, pasang jas hujan. Tips nonton konser kedua: Selalu bawa jas hujan, kadang cuaca tak terprediksi. Cukup jas hujan plastik sekali pakai yang banyak dijual di supermarket.

Hujan cukup deras, tapi aku aman, berdiri menundukkan kepala melindungi diri dengan jas hujan plastik. Merenung, oh Tuhan ngapain ya aku mau-maunya berdiri kehujanan, kedinginan, kaki mulai pegel, ini semua buat apa? *Sigh* Of all the things I did for you Hyde..

Sekitar satu jam kemudian hujan mulai reda, simpan jas hujan, beli Milo dingin, pake hoodie towel L’Arc~en~Ciel dan melanjutkan antri.


Jam 18.30 gate di buka. Tips nonton konser ketiga: Pelan-pelan aja saat masuk venue, jangan berebutan, jangan dorong-dorongan. Untuk apa berdesak-desakan nyari tempat paling depan kalau pada akhirnya kamu nggak bakalan bisa nyaman menikmati konser? Saran-ku, take a step back, utamakan keselamatan dan kenyamanan, yang penting nyaman dulu, bisa lihat artis idola dari deket emang impian, tapi kalau harus menderita? I don’t think so. Makanya begitu masuk area reguler, aku ma nazu langsung ambil spot paling belakang. Stage masih terlihat jelas, layar besar juga ada.

Nah.. Saat-saat inilah penderitaan sebenarnya dimulai. Kenapa? Well, aku bodoh, aku nggak nyari tahu dulu tentang detail rundown acara. Ternyata sebelum Vamps tampil ada 3 opening act terlebih dahulu. Tips nonton konser keempat: Pastikan jadwal konser ke EO, lengkapi informasi tentang live. Jangan sampai merasa tertipu sepertiku. 3 opening act adalah DJ Kaya, Pride, dan Pee Wee Gaskins. Acara mulai jam 19.00, jam berapa Vamps tampil? Jam 21.30! Sabar-sabar. Mau gemana lagi, nggak mungkin pulang kan? Ya udah terpaksa ditelen, getir deh rasanya.

Btw, heran juga aku, kita kan nungguin lama ya, kok nggak ada fans yang teriak “we want Vamps” atau apaan gitu panggil Vamps. Kalau aku fans vamps dah teriak-teriak nggak jelas tu. But I’m not, jadinya aku gengsi mau manggil-manggil, hehe.

Oke. Into the live!!

Sedikit catatan: ini review-ku tentang Hyde, bukan Vamps.

Panggung memancarkan cahaya keunguan, diiringi musik gelap. Beberapa saat kemudian masing-masing member keluar. Orang-orang teriak, aku kalem. Trus sosok mungil muncul. Teriakanku nggak bisa ditahan: “oh sh*t Hyde!! dang you Hyde!!  Haido baka!! Oh God no Oh God no!!! Sial, Haido Haido!!!”


He’s so freaking cute!! Pakai topi fedora hitam, blouse tercabik-cabik dengan dada terbuka, dada telanjangnya dicoret dengan tulisan hitam (nggak jelas, tak terbaca), is he still wearing his nipple ring? (aku nggak bisa lihat), leather pants hanging low on his slender hips, showing a pale taut flat stomach and a little bit of muscle. Celana kulit hanya sepanjang 3/4 showing a little bit of skin of his leg. Trus pake sepatu boot tinggi with heels, tentu saja. He’s smoking hot!

Tatapan mata ini nggak bisa lepas dari Hyde. Semua orang tau betapa mempesonanya Hyde, tapi dilihat secara langsung, he’s.. Aku bahkan nggak punya kata-kata untuk menderskripsikan seorang Hyde, he’s just Hyde. Setiap gerakan-nya membius, gerak-gerik nya selalu menarik perhatian. Dang it! Sexy banget makhluk itu.

Pas aku lihat ke sebelahku, nazu lagi nangis, dia bilang “Mba, lihat Kaz deh, mirip banget ma tetsuya”. Aku yang tadinya cuma ngeliatin Hyde langsung noleh liat Kaz, oh god she’s right. Kaz pake kacamata hitam besar, rambut hitam dengan potongan poni samping panjang yang menutupi pipi. Iya, penampilan kaz mirip tetchan. Aku ngeliat nazu lagi, lalu kita nangis bareng.

Sedih.. Hyde pernah inget nggak ya sama Laruku? Sama tetsuya, ken, yukihiro? Mereka masih berteman nggak ya? Laruku masih ada nggak ya?
T_T ngeliat vamps secara langsung di stage ngebikin ku miris. Satu setengah tahun lalu kita berdiri di lapangan sebelah memuja sebuah band legendaris yang kini entah bagaimana kabarnya.

Back to vamps, aku nggak ngerti lagu apa saja yang mereka bawakan, beberapa judul terdengar familiar, tapi yang lain aku blank. Aku sedang tidak menikmati vamps, aku lagi menikmati Hyde, memandang setiap liukan pinggul, lirikan mata, dance treadmill-nya yang aneh. Kamu nggak bakalan bosen lihat Hyde. He’s sexy, cute, dorky, funny, pretty, dan kecil banget! Dijadiin gantungan kunci kayaknya lucu deh.

Oh, ada satu lagu yang cukup kunikmati, judulnya ‘Trouble’, lagu lama vamps, dulu waktu aku masih ngikutin mereka lagu ini rilis, jadi aku cukup ngerti, dan bisa sedikit menikmati. Pas nyanyi Trouble Hyde kawaii banget, naik ke deck, shaking his hips, goyang pinggul, dance treadmill, loncat-loncat, kayak anak kecil! Padahal umurnya mau 45 lho >.

Belum lagi bahunya yang kadang bare, dibiarkan terpampang nyata gitu, bikin silau, aku cuma bisa geleng-geleng menerima tamparan demi tamparan serangan keseksian hyde. I thought at some point blouse sobek-sobek itu bakalan dibuka seluruhnya dan kita bisa melihat half naked hyde. Tapi sepertinya jumlah obat-obatan nggak akan cukup menyadarkan para fans yang mimisan pingsan :P

Oh ya, tentu saja pas mc Hyde berbahasa Indonesia.
Hyde: “Gue laper bangget. Mau makan penonton yang paling seru!! Dimana?? Dimana??”
Aku: *rolling eyes*

Entah berapa lagu yang mereka bawakan, I don’t pay attention. Musik vamps tentu bagus, rock dengan teriakan khas Hyde, but it’s not my cup of tea. Jenis musik Vamps bukan seleraku, jadi aku nggak bisa menikmati apalagi ikutan nyanyi.

Teriakan, tepukan, senyum dan tawa-ku hanya tertuju untuk Hyde, karena dia Hyde, enough said.

Live berakhir sekitar pukul 23.00. Di akhir live, Hyde berujar “See you soon!!”

Ah Hyde, bisa nggak kalau kamu ke Jakarta lagi ajakin tetsuya, ken, yukihiro, bareng band-mu yang lain? Jangan band yang ini?
Nazuchan menimpali “kayaknya Vamps World Tour deh mba”
Lha trus L’Arc~en~Ciel nya kapan???

Live kali ini aku pulang dengan kaki pegel, perasaan galau, tapi puas lihat Hyde. Alhasil bayangan Hyde yang masih stuck di kepala sampai sekarang.

Next live? Hmm.. Mungkin SM Town?

2 thoughts on “Live Report: Vamps at Hyper Wave Festival 2013

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s